K3 Kerja di Bidang Pengecoran

Related imagePastinya kita sangatlah familiar dengan benda-benda memiliki bahan logam di sekitaran kita. Dari mulai spare-part otomotif hingga beragam alat dan mesin. Benda-benda ini dibuat (atau lebih tepatnya diciptakan) lewat sistem pengecoran logam.

Praktik pengecoran logam (atau juga dikenal dengan arti foundry) sudah lama memperoleh banyak perhatian praktisi di bagian K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja), tak lain karena banyak hazard atau sumber bahaya yang bisa menyebabkan kecelakaan kerja atau PAK (Penyakit Akibat Kerja). Artikel tersebut akan membahas singkatnya bahaya yang ada di lingkungan kerja ini.

Sistem pengecoran logam

Sebelumnya menilainya paparan sumber bahaya disuatu tempat kerja, sebaiknya kita mengerti terlebih dulu sistem yang terdapat di dalamnya. Praktik dalam sistem pengecoran logam sudah banyak beralih dari th. ke th., tetapi pada umumnya tahapan-tahapannya masihlah sama. Dengan cara simpel, bagian yang disebut mencakup alur seperti berikut :

  • Moulding (pencetakan), yakni sistem pembuatan cetakan yang nanti akan membuat logam jadi bagian luar dari bentuk yang dikehendaki.
  • Coremaking (pembuatan inti), yakni sistem pembuatan cetakan yang nanti akan membuat logam jadi bagian inti dari bentuk yang dikehendaki.
  • Melting (pencairan, yakni sistem pencairan dan penuangan logam kedalam cetakan (atau mould) yang telah disediakan.
  • Cleaning (pembersihan), yakni sistem pembersihan dan pengeluaran logam yang telah diciptakan.

Sumber bahaya

Tingkat bahaya yang didapati di lingkungan pengecoran logam ditetapkan oleh beragam aspek, salah satunya termasuk juga jumlah karyawan, jenis logam dan bahan lain yang dipakai, ukuran benda yang akan diciptakan, mekanisme kontrol pada sumber bahaya, system ventilasi, design bangunan, dan sebagainya.

Sumber bahaya pada kesehatan diolah pengecoran logam bisa digolongkan jadi dua :

  • Bahaya dari pemakaian bahan zat kimia seperti debu silica, debu dan asap metal, carbon monoksida, dan senyawa kimia lain yang dilibatkan dalam sistem.
  • Bahaya dari aspek fisika di lingkungan kerja, seperti kebisingan, getaran, dan iklim panas.

Penyakit Akibat Kerja (PAK)

Lewat beragam riset, baik epidemiologi atau uji cobatal, sudah di ketahui sebagian penyakit yang dicurigai terkait dengan sistem pengecoran logam.

1. Penyakit saluran pernapasan

Termasuk juga salah satunya yang paling umum yaitu pneumoconiosis, bronchitis, dan kanker paru. Penyakit-penyakit ini dikaitkan dengan paparan pada debu silica, dan debu metal/non metal lain yang terhirup sepanjang bekerja. Debu-debu ini jika terhirup kurun waktu yang lama akan berakumulasi dalam paru dan merangsang sistem inflamasi. Akumulasi debu ini berbentuk fibrogenik – merangsang pembentukan jaringan ikat, dan pada tingkat lanjut dapat berbentuk karsinogenik – merangsang pembentukan sel kanker.

2. Penyakit di luar saluran pernapasan

Termasuk juga salah satunya intoksikasi Timbal (Pb), karbon monoksida, dan Beryllium (Berylliosis).

3. Thermal Stress

Stress badan akibat suhu tinggi yang dibuat sistem pengecoran logam.

4. Masalah pendengaran

Adalah akibatnya karena tingginya tingkat kebisingan terlebih yang datang dari mesin-mesin. Tanpa ada kontrol yang baik, tingkat kebisingan bisa meraih 85 – 120 dBA ; nilai ini di atas NAB (Nilai Ambang Batas) 85 dB yang diijinkan.

5. Masalah muskuloskeletal

Sebagai akibatnya karena posisi badan yang salah atau tuntutan kesibukan fisik yang berat sepanjang bekerja.

6. Sindrom akibat getaran

Di kenal dengan arti Raynaud’s Phenomenon of Occupational Origin. Penyakit ini muncul akibat pemakaian alat-alat yang bergetar dalam periode waktu yang lama.

Kecelakaan Kerja

Terkecuali punya potensi mengakibatkan PAK, sistem pengecoran logam juga meletakkan pekerja dalam posisi yang rawan pada kecelakaan kerja. Kecelakaan kerja ditempat pengecoran logam bisa berlangsung akibat : 1.) pekerjaan manual, 2.) pemakaian mesin, 3.) permukaan tempat kerja atau jalan, 4.) benda asing yang tentang mata, dan 5.) paparan dengan benda panas.

Alat Keselamatan dan Kesehatan Kerja Dengan cara Umum

Departemen Tenaga Kerja mensyaratkan pada semua perusahaan/industri supaya tiap-tiap pekerja yang bekerja bisa bekerja dengan aman dan selamat, sesuai sama norma‐norma keselamatan kerja. Semuanya hal yang menyangkut permasalahan keselamatan kerja sudah ditata dengan Undang‐undang Keselamatan Kerja, baik tentang tempat kerja, lingkungan kerja dan perlengkapan yang dipakai untuk bekerja, sedang langkah kerja atau prosedur kerja sudah diputuskan oleh perusahaan atau industri yang berkaitan.

Maksud yang sama dalammembuat ketentuan keselamatan yakni membuat kondisi kerja yang aman dan selamat. Rencana sistem produksi yang baik dan pengaturan perlengkapan (layout) tempat bekerja terus diperkembang dengan maksud untuk membuat kondisi kerja yang aman bagi beberapa pekerja dan perlengkapan kerja tersebut. Perbaikan pada rencana mesin selalu diperkembang seperti, umpamanya pada kebisingan mesin akibat gesekan pada komponen mesin atau karena jalinan roda‐roda gigi penggerak.

Nada bising pada mesin bisa menyebabkan rusaknya pendengaran pekerja. Alat‐alat keselamatan kerja mutlak dibutuhkan bagi beberapa pekerja manfaat menanggung supaya pekerja bisa bekerja dengan aman. Alat keselamatan kerja itu mesti memiliki kriteria‐persyaratan tertentu, yakni :

Alat‐alat keselamatan kerja itu sesuai sama jenis pekerjaan dan jenis alat/mesin yang dioperasikan, hingga efektifitas penggunaan alat keselamatan kerja benar‐benar tercukupi.

• Alat‐alat keselamatan kerja itu mesti digunakan sepanjang pekerja ada didalam bengkel, baik mereka tengah bekerja ataupun ketika tak bekerja dan alat keselamatan kerja tersebutharus senantiasa dirawat dengan baik. Setelah perlengkapan keselamatan kerja itu didapat, umumnya akan muncul permasalahan yaitu kurang sesuainya ukuran alat keselamatan kerja itu dengan orang yang akan menggunakannya.

• Tingkat perlindungan alat keselamatan kerja tersebut bagi beberapa pekerja yang menggunakannya, artinya dengan memakai alat keselamatan kerja itu pekerja akan terasa aman dalam bekerja

• Alat keselamatan kerja itu sebaiknya bisa di rasa nyaman digunakan oleh beberapa pekerja, sehingga menyebabkan rasa aman dan nyaman bagi pekerja pada saat bekerja.
Permasalahan lain yaitu dalam penggunaan alat keselamatan kerja, ada banyak beberapa pekerja menggunakan alat keselamatan kerja terlihat seperti sangat terpaksa dan hanya menggunakannya pada saat ada kontrol dan apabila dibutuhkan saja. Jadi penggunaan alat‐alat keselamatan kerja belum adalah sikap kerja yang umum.

Dengan kata lain penggunaan alat‐alat keselamatan kerja masihlah berbentuk sangat terpaksa, bukanlah merupakan keperluan. Karenanya dibutuhkan sebagian aksi supaya beberapa pekerja ingin menggunakan alat keselamatan kerja seperti :

• Diwajibkan tiap-tiap pekerja menggunakan alat‐alat keselamatan kerja, baik pada saat tengah bekerja, apabila mereka ada didalam bengkel kerja. Artinya beberapa pekerja mesti memakai alat‐alat keselamatan kerja sepanjang ia ada didalam bengkel kerja.

• Disiapkan alat‐alat keselamatan kerja dengan beragam ukuran, hingga beberapa pekerja bisa memilih alat keselamatan kerja yang sesuai sama ukuran tubuh dan anggota tubuhnya. Dengan hal tersebut beberapa pekerja akan terasa nyaman menggunakannya.

• Memberlakukan system ragu bagi pekerja yg tidak memakai alat‐alat keselamatan kerja pada saat bekerja atau ia ada didalam bengkel kerja. Butuh diingat kalau ragu itu mesti berbentuk mendidik, hingga bisa tingkatkan sikap kerja yang aman.

Perlengkapan‐peralatan keselamatan kerja mencakup :
a. Perlengkapan pelindung Kepala
Meskipun tiap-tiap pekerja diwajibkan menggunakan pelindung kepala (helmet), namun kadang‐kadang mereka melalaikannya. Penggunaan pelindung kepala begitu dibutuhkan bagi beberapa pekerja konstruksi, pekerja galangan kapal, pekerja penebang pohon, pertambangan dan industri. Helm diklasifikasikan jadi dua yakni : helm yang memiliki bagian tepi semua lingkaran dan yang ke-2 yaitu helmet dengan tepi hanya di bagian depannya. Dari ke-2 klasifikasi itu masihlah dibagi dalam empat kelas yakni :

• Kelas A, yakni helm untuk kepentingan umum. Helmet ini hanya memiliki tahanan kelistrikan yang rendah.

• Kelas B, yakni helm untuk jenis pekerjaan dengan kemungkinan terserang tegangan listrik yang besar (mempunyai tahanan pada tegangan yang tinggi), atau helmet ini tahan pada tegangan listrik yang tinggi.

• Kelas C yaitu metallic helm, digunakan untuk pekerja yang bekerja dengan keadaan kerja yang panas, seperti pada pengecoran logam atau pada dapur‐dapur pembakaran.

• Kelas D yaitu helm dengan ketahanan yang kecil pada api, hingga mesti dijauhi dari percikan api.

Alat pelindung rambut berperan supaya rambut dapat ditutupi dengan cara prima, hingga kecelakaan kerja akibat terbelitnya rambut pada bagian‐bagian mesin yang berputar bisa dijauhi.

Alat pelindung rambut atau penutup rambut yang banyak digunakan yaitu sorban, jala rambut dan penutup kepala yang bisa tutup dengan cara prima. Penggunaan jaring rambut kurang aman jika pekerja tersebut bekerja pada daerah dimana percikan api kerap berlangsung. Prasyarat penutup kepala yaitu :

a. Tahan pada bahan kimia
b. Tahan panas
c. Nyaman dipakai
d. Tahan pada pukulan
e. Enteng dan kuat
f. Berwarna menarik
g. Memiliki ventilasi jika untuk tidak perlindungan pada debu.

b. Perlengkapan pelindung kebisingan
Manfaat perlengkapan pelindung kebisingan yaitu membuat perlindungan telinga dari kebisingan yang terlalu berlebih, hingga bisa mengakibatkan rusaknya pada system pendengaran pekerja.

Standard kebisingan yang diizinkan yaitu 90 desibel menurut undang‐undang keselamatan kerja kesehatan kerja, oleh karenanya kebisingan yang dibuat oleh satu sistem produksi didalam industri mesti senantiasa diukur dan diupayakan kurang dari standard yang sudah ditetapkan supaya tak mengakibatkan rusaknya pada pendengar beberapa pekerja..

Alat perlindungan kebisingan ada dua jenis, yakni yang dimasukkan kedalam lubang telinga dan yang nya ialah jenis yang tutup semua telinga

• Jenis alat yang dimasukkan ke lubang telinga

Jenis perlengkapan ini pemasangan dimasukkan kedalam lubang telinga dan jenis dan ukurannya bermacam‐macam. Bahan yang dipakai untuk buka perlengkapan ini yaitu plastic yang lunak/lembut, karet yang lembut, lilin dan kain. Karet dan plastik yang lembut yaitu jenis bahan yang begitu populer untuk pembuatan alat ini, karena ia gampang dibikin bersih, murah harga nya dan memberi bentuk dan warna begitu bagus atau menarik. Kain yaitu bahan yang buruk untuk perlindungan pada kebisingan, sebab ia begitu rendah daya hambatnya pada kebisingan. Penutup telinga berbahan karet dan plastik yang lembut begitu efisien dalam penggunaannya, sebab dalam pemasangannya begitu gampang yakni hanya mengutamakan ke lubang telinga dan ia akan tutup lubang telinga dengan cara prima, tidak ada kebocoran.

• Jenis pelindung kebisingan yang tutup telinga
Bentuk perlengkapan ini bisa tutup semua telinga, hingga akan didapat keseimbangan pendengaran pada telinga kanan dan telinga kiri. Untuk membuahkan perlindungan kebisingan yang efisien, maka bentuk, ukuran, bahan penyekat, jenis pegas dari penutup telinga ini mesti benarbenar diambil dengan cara baik, hingga si pengguna terasa nyaman.

c. Pelindung mata
Luka pada mata bisa disebabkan ada bahan atau beram yang masuk ke mata akibat pekerjaan
pemotongan bahan, percikan bunga api pada saat pengelasan, debu‐debu, radiasi dari cahaya ultraviolet dan yang lain. Kecelakaan pada mata bisa menyebabkan cacat seumur hidup, dimana tidak bisa berperan lagi atau dengan kata lain orang jadi buta. Dalam satu survey didapat data kalau kecelakaan kerja atau luka pada disebabkan oleh :

• Object atau bahan yang tentang mata (pecahan logam, beram‐beram, pecahan batu gerinda, paku, percikan bunga api dan lain sebagainya)
• Debu dari penggerindaan
• Karat
• Cahaya atau cahaya
• Gas beracun atau asap beracun.
Jenis kaca mata yang banyak dipakai dalam industri yaitu :
• Kaca mata untuk pekerjaan dengan bahan kimia
• Kaca mata las
Kaca mata las terbagi dalam dua jenis dan memiliki bermacam‐macam bentuk. Jenis yang umum digunakan untuk yaitu kaca mata las untuk pengelasan listrik dan kaca mata yang dipakai untuk pengelasan asetilen. Bentuk kaca mata las asetilen dan kaca mata untuk las listrik yaitu dapat sama, namun lensa yang dipasang
yaitu berbeda. Hal itu karena cahaya yang dibuat oleh api las listrik lebih tajam dibandingkan
cahaya yang dibuat oleh api las asetilen. Ketidaksamaannya hanya pada warna lensanya. Terkecuali bentuk kaca mata pada pengelasan listrik disiapkan spesial perlengkapan membuat perlindungan muka dan mata dari cahaya api las listrik yang di kenal dengan masker las.

d. Pelindung muka
Banyak jenis perlengkapan di buat membuat perlindungan muka beberapa pekerja. Umumnya alat itu juga berperan sebagai pelindung kepala dan leher sekalian. Alat itu berperan melindungi kepala dari bentrokan, melindungi muka dari cairan bahan kimia, logam panas dan percikan bunga api dan luka yang lain yang akan terjadi pada kepala, leher dan muka pekerja. Bahan membuat perlindungan muka umumnya dari plastik transparan, sehingga
masihlah bisa tetaplah lihat aktivitas yang dikerjakan.

Jenis alat pelindung kepala dan muka seperti babbiting helm (helm berbahan babbit), yang dapat melindungi kepala dan muka dari percikan logam panas dan radiasi panas. Bentuk helmet diperlengkapi dengan jendela dan penutup dagu dan penutup rambut. Perlengkapan lain yang dipakai membuat perlindungan muka yaitu masker las. Jenis perlengkapan ini digunakan membuat perlindungan mata dan muka dari percikan api las dan percikan logam cair hasil pengelasan. Pada jendela kacanya diperlengkapi dengan lensa penambahan untuk melindungi supaya lensa yang gelap akan tidak rusak kena panas/percikan api las dan percikan logam cair hasil pengelasan.

e. Pelindung Tangan
Jari‐jari tangan adalah bagian badan yang kerapkali alami luka akibat kerja, seperti : terpotong oleh pisau, luka terbakar karena memegang benda panas, tergores oleh permukaan benda kerja yg tidak halus dan ada banyak lagi bentuk luka yang lain. Karenanya tangan dan jari‐jari begitu butuh dilindungi dengan baik, karena semuanya pekerjaan semuanya ditangani dengan memakai tangan.
Alat pelindung tangan yang umum dipakai yaitu :
• Sarung tangan berbahan asbes, dipakai membuat perlindungan tangan dari panas. Jenis sarung tangan ini fleksibel hingga begitu enak dipakainya.
• Sarung tangan berbahan kulit, dipakai membuat perlindungan tangan dari percikan api atau kondisi benda kerja yang tidaklah terlalu panas, beram‐beram dan benda kerja yang kasar permukaannya. Umumnya sarung tangan berbahan kulit ini digunakan pada pekerjaan‐pekerjaan berat. Sarung tangan berbahan kulit ini dipakai untuk pelaksanaan pengelasan.
• Sarung tangan berbahan karet, dipakai oleh pekerja bagian kelistrikan
• Sarung tangan yang terbuat berbahan kombinasi karet, neoprene dan vinyl, dipakai untuk pekerjaan pengangkutan bahan‐bahan kimia. Sedang sarung tangan berbahan neoprene dan vinyl dipakai untuk pengangkutan bahan‐bahan minyak atau petroleum
• Metal mesh gloves, sarung tangan jenis ini dipakai oleh pekerja yang senantiasa bekerja memakai pisau dan bendabenda tajam yang lain. Dengan penggunaan sarung tangan ini bahaya luka akibat pisau dan benda tajam yang lain dapat dijauhi.
• Sarung tangan berbahan cotton dipakai membuat perlindungan tangan dari debu dan kotoran. Di samping sarung tangan ada bahan lain yang bisa melindungi kulit tangan dan kulit lengan dari luka pedih, yakni semacam krim. Krim ini dioles-oleskan pada tangan dan lengan supaya kulit terlepas dari bahan‐bahan yang bisa melukai kulit.

f. Pelindung kaki
Sepatu safety kerja atau pelindung kaki yang perlu dipakai pada bengkel kerja mesin, mesti memenuhi kriteria tertentu, yakni : mesti bisa melindungi kaki pekerja dari luka kejatuhan benda kerja, terserang beram, benda panas/pijar, bahan‐bahan kimia yang beresiko dan kecelakaan yang mungkin muncul dan menyebabkan luka bagi pekerja. Konstruksi sepatu kerja bengkel kerja mesin yaitu di bagian ujung sepatu dipasang atau dilapisi
dengan pelat baja, supaya dapat menahan benda yang jatuh menerpa kaki. Karenanya ada penahan itu, maka kaki tak alami luka. Bagian alasnya mesti cukup kuat dan tak gampang tergelincir. Bahan yang umum digunakan dalam pembuatan sepatu kerja yaitu kulit yang di samak. Spesial untuk pekerja bagian kelistrikan, maka bahan pembuat sepatu sebaiknya diambil bahan non konduktor.

g. Pelindung badan
Pelindung badan atau di kenal dengan nama apron dipakai membuat perlindungan badan bagian depan yaitu dari leher hingga kaki dari beragam peluang luka, seperti terserang radiasi panas, percikan bunga api dan percikan beram dan yang lain. Bahan untuk membuat apron ini dari asbes dan kulit yang sudah di samak. Apron yang terbuat dari asbes umumnya diperkaya dengan kawat‐kawat halus, supaya apron itu bisa menahan bentrokanbenturan enteng dan alat‐alat yang tajam.

h. Pakaian kerja
Pakaian kerja atau baju kerja yang spesial di buat untuk dipakai bekerja didalam bengkel atau
laboratorium umumnya mesti cukup kuat dan memiliki bentuk mesti sesuai sama jenis pekerjaan yang ditangani. Baju mesti bisa melindungi pekerja dari luka akibat beram, serpihan benda kerja, goresan‐goresan dan panas. Baju mesti benar‐benar ter‐ikat atau cocok dengan penggunanya. Dalam bekerja, pakaian terkancing secara prima, hingga tak ada bagian‐bagian anggota tubuh yang terbuka atau tidak
terproteksi.

Keselamatan Kerja Sebelumnya, Pada saat dan Usai Bekerja
a. Sebelumnya bekerja
Keselamatan kerja yang perlu di perhatikan sebelumnya melaksakan pekerja mencakup :
1. Persiapan dan penggunaan pelengkapan keselamatan kerja untuk si pekerja yaitu ; baju kerja sepatu kerja, helm, sarung tangan dan lain‐lain.
2. Kontrol alat‐alat dan peralatan yang dipakai seperti ; kontrol kepala palu, peralatan
pengaman pada mesin‐mesin dan lain‐lain
3. Kontrol pada bahan yang akan dipekerjakan seperti kontrol sisi‐sisi pelat yang tajam.
4. Lingkungan tempat bekerja juga butuh di perhatikan, sebab lingkungan kerja yang nyaman bisa memberikan motivasi terhadapsi pekerja untuk bekerja untuk bekerja untuk berja lebih kosenstrasi, hingga peluang terjadinya kecelakaan kecil berlangsung.
b. Pada saat bekerja
Perhatikan keselamatan kerja pada saat bekerja butuh memperoleh perhatian yang serius, sebab biasanya kecelakaan yang kerap berlangsung yaitu pada saat melaksakan pekerjaan. Usaha‐usaha yang diperlakukan untuk
hindari atau kurangi terjadinya kecelakaan bisa ditempuh dengan jalan seperti berikut :
1. Memakai perlengkapan sesuai sama manfaatnya.
2. Janganlah coba‐coba menjalankan mesin yg tidak tahu prinsip‐prinsip kerja yang benar tehadap
pekerjaan‐pekerjaan yang dikerjakan.
3. Si pekerja mesti kuasai pengetahuan keselamatan kerja.
4. Konsentrsi penuh dalam bekerja.

c. Usai Bekerja
Sesudah usai bekerja keselamatan kerja juga butuh memperoleh perhatian. Sebab-akibat‐akibat yang sering berlangsung sesudah usai bekerja ini salah satunya berlangsung rusaknya pada perlengkapan dan mesin‐mesin, juga sangat mungkin terjadinya kecelakaan pada si pekerja dan lingkungan tempat bekerja. Di samping itu kelalaian yang kerap berlangsung yaitu lupa mematikan panel kontrol listrik. Hal semacam ini begitu membahayakan bagi pekerja yang lain yg tidak tahu seperti tanpa ada berniat menghimpit tombol mesin atau terpijaknya kabel arus listrik dan lainya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s